Home » » Sejarah Khalifah Hisyam Bin Abdul Malik

Sejarah Khalifah Hisyam Bin Abdul Malik

Assalamualaikum
Kembali lagi bersama blogwalking yang tentunya sobat blogger semua "wajib berkunjung"  kesini, karena apa?  karena silaturahmi itu bisa memanjangkan umur, dan memudahkan rizki, betul begitu bukan?

Nah, dalam postingan kali ini, blogwalking  memposting sebuah sejarah, tentang  tokoh-tokoh Islam dari kalangan para khalifah. Bagi kita semua, terutama kaum Muslim,  selayaknya harus mengetahui bagaimana sejarah kaum Muslim.


Sebagai warga negara Indonesia yang berjumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, melebihi asal dimana Nabi Muhammad mendakwahkan Agama Islam, yaitu tanah Arab. Dan buat kamu semua para blogger Muslim mania, yuk kita baca sejarah seorang khalifah yang sangat luar biasa ini.
Namun, bagi sobat semua.. yang ingin menyimpan file ini daripada susah2 mengcopy, mending langsung aja deh di download dengan menekan tombol download di bawah ya sob.


Seri           : Sejarah Para Khalifah Bani Umayyah
Nama        : Hisyam Bin Abdul Malik
Masa         : 106-126 H / 724-743 M

SEJARAH KHALIFAH BANI UMAYYAH
HISYAM BIN ABDUL MALIK

Hisyam bin Abdul Malik adalah khalifah kesepuluh Daulah Umayyah.Ketika dilantik menjadi khalifah menggantikan saudaranya,Yazid bin Abdul Malik,usianya baru 35 tahun.Ia menjabat khalifah selama hampir 20 tahun.Para ahli sejarah menyebutnya negarawan yang ahli dalam strategi militer.Pada masa pemerintahannya,selain memadamkan kemelut internal,ia juga meluaskan wilayahnya ke luar.Ketika imperium Romawi Timur berada di bawah kekuasaan Kaisar Leo III.Ia berhasil memulihkan wewenang pemerintahan pusatnya di daerah Balkan.Kini Kaisar Leo III kembali ingin merebut wilayah Asia Kecil dari kekuasaan Daulah Umayyah yang sedang dipimpin Hisyam bin Abdul Malik.Jadi,dua kekuatan siap berhadap-hadapan.Sementara itu,sepeninggal Empress Wu yang mengalami kemelut berkepanjangan,Dinasti Tang di Tiongkok berhasil memulihkan diri di bawah kekuasaan Kaisar Hsuan Tsung.Setelah kondisi internal pulih,ia bermaksud merebut daerah Sinkiang (Turkistan Timur) yang berhasil ditaklukkan oleh Panglima Qutaibah bin Muslim.

Di wilayah Andalusia,Khalifah Hisyam mengukuhkan Panglima Anbasa bin Syuhain sebagai gubernur menggantikan Sammah bin Malik Al- Khaulani yang gugur.Dengan pasukan cukup besar,Panglima Anbasa menyeberangi pengunungan Pyren dan menaklukkan wilayah Narbonne di selatan Prancis.Selanjutnya ia maju ke Marseilles dan Avignon serta Lyon,menerobos wilayah Burgundy.Kemenangan itu membangkitkan semangat Anbasa. Ia terus maju ke arah utara dan menaklukkan beberapa daerah sampai ke benteng Sens di pinggir sungai Seine yang jaraknya hanya sekitar 100 mil dari Paris,ibu kota wilayah Neustria kala itu. Karel Martel,yang menjadi pejabat wilayah Neustria,segera maju menghadang pasukan kaum Muslimin.Terjadi pertempuran sengit.Panglima Anbasa gugur,dan pasukannya bertahan di wilayah selatan Prancis. Peristiwa itu segera sampai ke Damaskus.Khalifah Hisyam segera mengangkat Panglima Besar Abdurrahman Al-Ghafiqi untuk menggantikan Panglima Anbasa.Dalam hal melanjutkan cita-cita pendahulunya,Panglima Abdurrahman Al-Ghafiqi sangat hati-hati.Ia mempersiapkan pasukannya semaksimal mungkin.Tak hanya bekal makanan,tetapi juga fisik tentara untuk menghadapi cuaca dingin di daerah lawan.

Enam tahu kemudian,pasukan itu berangkat ke arah utara.Mereka berhasil merebut Toulouse,ibukota wilayah Aquitania kala itu.Karel Martel terpaksa mundur dan bertahan di benteng Aungoleme.Nama Panglima Al-Ghafiqi tersebar luas di daratan Eropa.Karel Martel dan Raja Teodorick IV menyerukan seluruh rakyatnya untuk memberikan perlawanan.Sementara itu,pasukan Islam berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.Pasukan Islam terlalu terbuai dengan harta rampasan.Ketika perang pecah,pasukan kaum Muslimin terdesak.Panglima Abdurrahman Al Ghafiqi gugur.

Sementara itu,kemelut yang terjadi di kawasan Asia Kecil berhasil dipadamkan.Pasukan Romawi Timur yang ingin merebut daerah itu bisa dihalau setelah Khalifah Hisyam mengirim panglima Said Khuzainah dari wilayah Khurasan untuk membantu Panglima Maslamah bin Abdul Malik.Namun,dalam suatu peperangan Said gugur.Khalifah Hisyam bin Abdul Malik wafat dalam usia 55 tahun.Namanya cukup harum dalam sejarah.Dalam ketegasannya,ia senang menerima masukan dari para ulama.

Demikianlah Sejarah Klalifah Hisyam Bin Abdul Malik, sosok Khalifah Islam yang sangat luar biasa, dan patut untuk kita contoh dan jadikan sebagai tauladan

Teriamakasih atas kesudiannyanya berkunjung ke "blogwalking" ini, semoga sobat blogger Muslim mania tidak kapok untuk datang dan mampir di blog ini. karen apa?

"Bersilaturahmi itu dapat memanjangkan umur, dan memurahkan rizki"

Jika sobat semua memiliki pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di kotak komentar atau pada buku tamu yang sudah tersedia di blog ini ya, ^_^

JazakAllah Khairan Katsiran
Wassalamualaikum
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Putra DCD | PGMI STAIN | Mediaalishlah | Premium Template | Metro | 2013
Copyright © 2013. blogwalking - Be The Best - Do The Best
Template Modify by Creating Website Inspiration Informstion
Proudly Present Andi Septiawan