Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan (Makalah)

Selasa, 07 Mei 2013

Assalamu'alaikum.
Hai sobat blogger semua, sekarang saya memposting sebuah makalah
yang berjudul "Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan" nah, bagi sobat semua yang ingin mengambil/menyimpan/save makalah ini, silahkan klik tombol download di bawah ini ya.







KATA PENGANTAR



Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, dimana atas segala rahmat dan izin-nya, penulis dapat menyelesaikan makalah tentang ruang lingkup dan perkembangan psikologi manusia khususnya.
Shalawat serta salam tak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi semesta alam Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Alhamdulillah, penulis dapat menyelesaikan makalah ini, walaupun penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan didalam makalah ini. Untuk itu penulis berharap adanya kritik dan saran yang membangun guna keberhasilan penulisan yang akan datang.
Akhir kata, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesainya makalah ini semoga segala upaya yang telah dicurahkan mendapat berkah dari Allah SWT. Amin.


Ketapang,     Oktober 2010

Penulis



PEMBAHASAN

A.    Ruang Lingkup Psikologi
  1. Cakupan ruang lingkup psikologi itu sangat luas, sebab individu manusia berada dalam berbagai posisi, kondisi dan tahap perkembangan yang setiap posisi.
Kondisi dan tahap perkembangan itu dapat memperlihatkan karakteristik kegiatan atau prilaku tertentu yang berbeda.
Beberapa kategori bidang psikologi yaitu :
-          Psikologi umum
Yang biasa disebut pengantar psikologi tentang prilaku individu yang lebih lanjut, lebih khusus dan lebih mendalam.
Dalam psikologi umum akan dipelajari konsep umum kegiatan atau prilaku individu apa, mengapa dan bagaimana individu melakukan kegiatan

-          Psikologi sosial
Suatu studi tentang hubungan antara manusia dan kelompok. Dalam psikologi modern psikologi sosial mendapat posisi yang penting karena psikologi sosial ini telah banyak memberikan pencerahan bagaimana fikiran manusia berfungsi dan berkaya jiwa dari masyarakat kita. Menurut psikologi sosial ini untuk dapat memahami prilaku manusia, kita harus mengenali bagaimana peranah situasi, permasalahan dan budaya pada manusia itu sendiri.

-          Psikologi pendidikan
Psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari prilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungan pendidikan atau boleh dikatakan sebagai proses interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam suatu situasi pendidikan.
Pendidikan itu sebagai salah satu proses perubahan tingkah laku yang tidak bisa dilepaskana dari psikologikarena pendidikan itu sangat berhubungan dengan manusia sebagai contoh kita ambil dari urutan dalam satuan keluarga, unit pekerjaan, organisasi, kelompok profesi, kelompok-kelompok kemasyarakatan dan lain-lain. Diantara kategori-kategori tersebut di atas yang lebih dominan dan yang paling penting atau psikologi pendidikan karena setiap manusia itu perlu dididik agar bisa mewujudkan manusia yang bertingkahlaku baik. Pendidikan merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang lebih menekankan kepada mendidik dan mengarahkan manusia menuju perubahan yang lebih baik secara jasmani, maupun rohani sehingga antara psikologi dan pendidikan tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena kedua-duanya saling mendukung dan saling melengkapi.
Untuk mewujudkan manusia yang bertingkah laku baik manusia itu harus dididik dalam suatu proses pendidikan dan pendidikan itu sendiri tidak akan berjalan secara optimal, efktif dan efisien apabila mengesampingkan faktor psikologi manusia.
Apabila ditinjau dari sudut pertumbuhan dan perkembangan jenis kelamin, manusia yang menunjukan bahwa proses pendidikan yang dilakukan tidak akan sama. Oleh karena itu penting bagi pendidik maupun calon pendidik untuk mengetahui ilmu pengetahuan psikologi agar dalam proses pendidikannya mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi pada peserta dididiknya.

  1. Arti psikologi dan psikologi pendidikan
a.       Psikologi berasal dari bahasa Yunani “Psyche” yang berarti jiwa atau napas hidup dan “logos” yang berarti “ilmu”.
Jadi dapat disimpulkan psikologi atau ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan atau prilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungan.
Misal : Interaksi orang tua dan anak di lingkungan keluarga, guru dan murid di sekolah, dokter dan pasien di rumah sakit dan lain-lain.
Kenyataan itu sudah tentu akan melahirkan problematika baru dalam psikologi dan menghendaki pengkajian secara khusus sehingga dari sini akan muncul beragam istilah psikologi yaitu :
Psikologi pendidikan, psikologi umum, sosial, psikologi keluarga, psikologi perusahaan dan lain-lain.
Namun dalam hal ini kita lebih terfokus pada psikologi pendidikan
-          Pendapat para ahli tentang psikologi pendidikan
§  Crow and crow
Menyatakan bahwa psikologi pendidikan menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dialami individu dari sejak lahir sampai lanjut usia, terutama menyangkut kondisi-kondisi yang mempengaruhi belajar.
§  With Erington
Berpendapat bahwa psikologi pendidikan atau studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang terdapat dalam pendidikan manusia.
Adapun dari pendapat-pendapat para ilmuan/para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan merupakan studi yang secara sistematis. Berkaitan dari proses pendidikan yang dialami oleh individu manusia khususnya belajar mulai sejak lahir sampai berusia lanjut.

B.     Perkembangan Psikologi
  1. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan psikologi
Istilah perkembangan dan pertumbuhan psikologi sering digunakan secara bergantian atau secara bersama dalam arti yang sama, namun sebenarnya mempunyai pengertian yang berbeda walaupun keduanya memiliki asfek yang sama yaitu terjadinya perubahan dan pertambahan.
Untuk lebih jelas akan dilihat dari pendapat beberapa ahli :
-          Dr. Kartini Kartono
Yang mengemukakan bahwa pertumbuhan atau perubahan secara psikologi sebagai hasil dari proses fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat dalam fase peredaran waktu tertentu.
-          Drs. Abu Ahmadi
Mengemukakan bahwa : Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada materi dan sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan dan pertumbuhan itu tidak hanya berlaku pada hal-hal yang bersifat kuantitatif karena tidak selamanya material itu bersifat kuantitatif, melainkan kualitatif.
Material dari bahan-bahan kuantitatif misalnya : atom, sel, kromosom, rambut dan lain-lain sedangkan
Material yang berasal dari bahan-bahan kualitatif mislanya : kesan, keinginan, ide, gagasan, pengetahuan, nilai dan lain-lain.

-          Drs. Muhiddin Syah
Yang mengemukakan bahwa pertumbuhan berarti perubahan-perubahan kwalitatif yang mengacu pada jumlah, besar dan luas yang bersifat konkret.
Kemudian dari uraian pendapat-pendapat para ahli ilmuan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan itu atau sebagai perubahan kuantitatif, maupun kualitatif.
Pada material pribadi sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan sepanjang tidak berhubungan dengan fungsinya.
Material seperti sel, kromosom, rambut, butiran darah dan tulang itu tidak dapat dikatakan berkembang melainkan bertumbuh dan begitu juga material pribadi seperti kesan keinginan, ide pengetahuan, nilai, selama tidak berhubungan dengan fungsinya.

-          Menurut Drs. Tadjad yang mengemukakan bahwa perkembangan atau suatu perubahan dan pertambahan yang bersifat kualitatif dari setiap fungsi-fungsi kejiwaan dan kepribadian.
Sejalan dengan itu juga Drs. Muhiddin Syam mengemukakan bahwa perkembangan atau suatu proses perubahan kualitatif yang mengacu pada mutu dan fungsi organ-organ jasmaniah itu sendiri.
Jadi perkembangan itu terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang disandang oleh organ-organ fisik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa perkembangan itu atau perubahan dan pertambahan kualitatif daripada setiap fungsi yang disebabkan adanya proses pertumbuhan material yang memungkinkan adanya fungsi kepribadian akibat dari pertumbuhan dan belajar dari beberapa kesimpulan di atas dapat kita simpulkan bahwa pertumbuhan mengandung arti yang berbeda dari pribadi yang berkembang. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan

Ø  Faktor yang mempengaruhi perkembangna anak
-          Menurut Kartini Kartono antara lain faktor :
v  Herediter atau yang sering disebut faktor warisan atau bawaan.
v  Faktor lingkungan yang menguntungkan atau merugikan
Setiap gejala perkembangan anak merupakan hasil kerjasama pengaruh timbal balik antara potensi hereditas dengan faktor-faktor lingkungan. Oleh karena itu bakat dan potensi anak perlu diperhitungkan karena perkembangan anak pada batas tertentu sangat ditentukan oleh bibit dari setiap potensi psiko-psiko anak.
Kualitas dan perkembangan alami seorang anak mempengaruhi cara bereaksi atau respon anak terhadap segala pengaruh dari lingkungan. Kualitas-kualitas bawaan akan tampak pada penambahan ciri-ciri fisik yang karekteristik misalnya : kecerdasan (intelegensi), ketekunan, minat dan lain-lain.

-          Abu  Ahmadi juga mengemukakan teorinya yang berkenaan dengan perkmabgan anak seperti teori empirisme, teori nativisme, teori konvergensi, teori rekapitulasi, teori dinamika, teori kemungkinan berkembang dan teori interaksianisme.s

-          Menurut Tadjad pada garis besarnya ada 2 faktor yang mempengaruhi perkembangan yaitu :
Ø  Faktor intern atau faktor yang berasal dari luar diri anak yang dari keturunan dan pembawaan
Ø  Faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri anak yang berasal dari pengalaman. Dan interaksi dengan lingkungan . contoh : pendidikan dan pengajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang paling dominan yang sangat berpengaruh bagi perkembangan anak atau faktor keturunan dan faktor lingkungan.

-          Teori emperisme
Yang berpendapat bahwa pada dasarnya anak lahir di dunia perkembangannya ditentukan oleh adanya faktor luar atau lingkungan termasuk pengajaran dan pendidikan.

 
v  Penjelasan teori emperisme coptimisme : Karena sangat yakin akan pendidikan demi keberhasilan anak-anak lahir dalam keadaan kosong putih bersih seperti meja lilin (tabularasa) maka pengalaman yang akan menentukan corak dan bentuk perkembangan jiwa anak.
v  Penjelasan : Pendidikan bagi anak adalah sia-sia tidak perlu terlalu dihiraukan.
v  Penjelasan : Dapat dipahami bahwa kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila dibina oleh suatu pendidikan (pengalaman) yang baik serta ditopang dengan bakat dan pembawaan sejak lahir (sepasang suami-istri William Stern dan Clara Stren).
v  Penjelasan : Dapat disimpulan bahwa seorang manusia akan mengalami tingkatan masing-masing sebagai berikut :
-          Masa berburu (merampok) sampai umur kurang lebih 8 tahun (kegiatan menangkap binatang)
-          Masa pengembala umur 8-10 tahun (seorang anak suka memelihara binatang)
-          Masa bertani umur 10-12 tahun (anak suka berkebun dan menanam tanaman)
-          Masa berdagang umur 12-14 tahun (anak gemar bermain pasar-pasaran)
-          Masa industri umur 14 tahun ke atas (anak mulai mencoba berkarya sendiri membuat mainan dan lain-lain).
v  Penjelasan : Yakni ketegangan yang ada dalam diri seseorang ikut menentukan dinamika ditengah-tengah lingkungannya.
v  Penjelasan : Maksudnya bahwa perkembangan konegtif seorang anak bukan merupakan perkembangan yang wajar melainkan ditentukan oleh interaksi budaya.

Terimakasih atas kunjungan sobat semua, semoga bermanfaat.
wassalamu'alaikum... ^_^
Continue Reading | komentar

Konsep Dasar Psikologi Pendidikan

Assalamu'alaikum.
Hai sobat blogger semua, sekarang saya memposting sebuah makalah
yang berjudul "Konsep Dasar Psikologi Pendidikan" nah, bagi sobat semua yang ingin mengambil/menyimpan/save makalah ini, silahkan klik tombol download di bawah ini ya.



 

KONSEP DASAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN
A.    Sejarah dan Definisi Psikologi Pendidikan
Psikologi merupakan salah satu ilmu yang sudah lama berkembang. Ilmu ini diyakini sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, meskipun disadari bahwa pada zaman ini psikologi merupakan domain dari filsafat. Ini terjadi karena memang sebagai suatu ilmu, psikologi pada waktu itu masih spekulatif. Bukti bahwa psikologi merupakan ilmu yang sudah ada sejak Zaman Yunani Kuno adalah munculnya spekulasi Plato (427-347 SM) yang menyatakan bahwa perbedaan-perbedaan individual sesungguhnya mempunyai dasar genetik. Berbicara tentang perbedaan individual dan dasar genetik berarti berbicara tentang psikologi sebab salah satu kajian dalam psikologi adalah perbedaan individual dan faktor genetik.
Secara leksikal psikologi berasal dari bahasa Yunani, yakni psyche yang berarti jiwa atau ruh dan logos yang berarti ilmu. Di lihat secara leksikal psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang jiwa atau ruh. Definisi inilah yang dijadikan pegangan dan diyakini masyarakat selama berabad-abad.
Memasuki abad 19 para ahli banyak mempertanyakan definisi tersebut sebab ternyata jiwa atau ruh tidak bisa diamati dan sul it untuk dibuktikan. Yang dapat diamati atau dibuktikan adalah perilaku organisme sebagai wujud dari adanya jiwa atau ruh. Oleh sebab itu terjadi pendefinisian kembali tentang psikologi sebagai suatu ilmu. Karena yang dapat diamati dan dibuktikan adalah tingkah laku organisme, maka psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme. Munculnya istilah organisme pada definisi ini mengisyaratkan bahwa tingkah laku yang dipelajari dalam psikologi bukan hanya tingkah laku manusia, tetapi juga berbagai makhluk hidup lainnya. Pendefinisian kembali psikologi ini merupakan salah satu pengaruh observasi Darwin pada tahun 1859 yang menghasilkan teori evolusi, termasuk evolusi dari tingkah laku manusia.
Psikologi pendidikan merupakan cabang dari psikologi yang tujuan utamanya adalah memahami dan mengembangkan pendidikan. Woolfolk (1995 : 11) menjelaskan bahwa educational psychology is distinct from other branches of psychology because it has the understannding and improvement of education as its primary goal. Memahami pendidikan dimaksud adalah memahami perilaku semua yang terlibat dalam proses pendidikan serta berbagai hal yang akan mempengaruhi perilaku individu dalam proses pendidikan. Terlingkup di dalamnya perilaku peserta didik. guru, kepala sekolah bangunan, pakaian, nuansa akademik, budaya, keyakinan yang dianut oleh I ingkungan sekitar, dan sebagainya.
Psikologi pendidikan merupakan disiplin ilmu yang peduli dengan proses pembelajaran serta penerapan metoda dan teori-teori psikologi dalam proses pendidikan. Woolfok (1995: 11) menegaskan educational psychology the discipline concerned with teaching and learning processes; applies the method and theories of psychology and has its own as well. Pembelajaran yang dimaksud merupakan proses edukatif yang melibatkan pendidik dan peserta didik sebagai pelaku utamanya. Pendidik berperan sebagai facilitator terjadinya perkembangan peserta didik dan peserta didik merupakan subjek pembelajaran yan sedang mengembangkan dirinya. Dalam interaksi antara pendidik dan peserta didik terjadi saling mempengaruhi, terutama pengaruh pendidik terhadap perkembangan peserta didik. Dalam kerangka pendidikan ini, pendidik berupaya memilih metoda pembelajaran yang tepat, yakni yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Misalnya, metoda pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran di SD kelas awal adalah belajar sambil bermain atau bermain seraya belajar sebab peserta didik SD kelas awal masih kental dengan nuansa kekanak-kanakan yang sangat famiiar dengan permainan. Disamping itu pendidik berupaya menerapkan prinsip-prinsip teori psikologi yang dipandang tepat digunakan dalam memfasiitasi perkembanan peserta didik. Salah satu contoh, pendidik senantia memperhatikan keunikan individual setiap peserta didik meskipun daam pembelajaran kelompok karena is paham bahwa secara teoritis pada prinsipnya individu bersifat unik.
B.    Ruang Lingkup PsikologiPendidikan
Mengingat Mengingat bahwa psikologi pendidikan merupakan ilmu yang memusatkan dirinya pada penemuan dan aplikasi prinsip-prinsip dan teknik-teknik psikologi ke dalam pendidikan, maka ruang lingkup psikologi pendidikan meliputi topik-topik psikologi yang erat hubungannya dengan pendidikan.
Crow & Crow (Ngalim 1995 : 10) secara ekplisit mengemukakan psikologi pendidikan sebagai ilmu terapan berusaha untuk menerangkan masalah belajar menurut prinsip-prinsip dan fakta-fakta mengenai tingkah laku manusia yang telah ditentukan secara ilmiah.
Sejalan dengan pendapat di atas, Crow & Crow mengemukakan bahwa data yang dicoba didapatkan oleh psikologi pendidikan, yang demikian merupakan ruang lingkup psikologi pendidikan, antara lain adalah:
a.    sampai sejauh mana faktor-faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh terhadap belajar;
b.    sifat-sitat dari proses belajar;
c.    hubungan antara tingkat kematnagan dengan kesiapan belajar;
d.    signifikansi pendidikan terhadap perbedaan-perbedaan individual dalam kecepatan dan keterbatasan belajar;
e.    perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama dalam belajar;
f.    hubungan antara proseddur-prosedur mangajar dengan hash I belajar;
g.    teknik-teknik yang sangat efektif bagi penilaian kemajuan dalam belajar;
h.    pengaruh/akibat relatif dari pendidikan formal dibandingkan dengan pengalaman-pengalaman belajar yang insidental dan informal terhadap suatu individu;
i.    nilai/manfaat sikap ilmiah terhadap pendidikan bagi personi I sekolah; dan
j.    akibat/pengaruh psikologis yang ditimbulkan oleh kondisi-kondisi sosiologis terhadap sikap pada siswa.
Seluruh kegiatan interaksi pendidikan diciptakan bagi kepentingan siswa, yaitu membantu pengembangan semua potensi dan kecakapan yang dimiliki setinggi-tingginya. Sehubungan dengan hal itu maka hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan, potensi dan kecakapan, dinamika perilaku, serta kegiatan siswa terutama perilaku belajar menjadi kajian utama dalam psikologi pendidikan.
Guru sebagai orang pertama yang terlibat langsung dalam interaksi pendidikan dengan siswa, menduduki tempat selanjutnya dalam interaksi ini. Berbagai bentuk aktivitas mendidik, mengajar, melatih, dan membimbing yang dilakukan guru, tuntutan kemampuan profesional serta latar belakang sosial pribadi dari guru menjadi bahan studi selanjutnya dalam landasan psikologis pendidikan. Ketiga I ingkungan pendidikan, yaitu sekolah yang terlibat langsung dalam interaksi pendidikan, keluarga yang memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan siswa, dan masyarakat yang walaupun tidak terlibat secara langsung dalam interaksi belajar-mengajar di sekolah tetapi mempunyai peranan penting cukup besar, jugs menjadi lingkup kajian psikologi pendidikan
C.    Manfaat Psikologi Pendidikan bagi Pendidikan
Para ahli psikologi pendidikan pada umumn), a berkeyakinan bahwa dua orang anak (yang kembar sekalipun) tidak pernah memiliki respons yang sama persis terhadap situasi belajar mengajar di sekolah. Keduanya sangat mungkin berbeda dalam hal pembawaan, kematangan, jasmani. inteligensi. dan keterampilan motoriknya. Anak-anak itu seperti anak-anak yang lainnya. relatif berbeda dalam berkepribadian sebagaimana tampak dalam penampilan dan cars berpikir atau memecahkan masalah mereka masing-masing.
Para pendidik, khususnya guru sekolah. sangat diharapkan memiliki pengetahuan psikologi pendidikan yang sangat memadai agar dapat mendidik para siswa melalui proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Pengetahuan mengenai psikologi pendidikan bagi para guru berperan penting dalam menyelenggarakan pendichian-pendidikan di sekolahsekolah. Hal itu disebabkan oleh eratnya hubungan psikologi khusus tersebut dengan pendidikan, seerat metodik dengan kegiatan penmjaran
Pengetahuan yang bersifat psikologis mengenai peserta didik dalam proses belajar dan proses belajar mengajar sesungguhnya  tidak hanya diperlukan oleh calon guru atau guru yang sedang bertugas. Para dosen di perguruan tinggi pun bahkan para orang tua, mereka perlu tahu sekaligus memahmi dengan benar apa dan bagaimana psikologi pendidikan itu.
Berbeda dengan psikologi pendidikan, psikologi  pengajaram lebih menekankan aspek-aspek penyajian materi pelajaran dan komunirasi antara guru-guru dengan siswanya dalam proses instruksional dan proses belajar mengajar. Berikut adalah beberapa hal penting berkaitan dengan psikologi pendidikan (syah, 1995).
a.    Psikologi pendidikan adalah pengetahuan kependidikan yang didasarkan atas hasil-hasil temuan riset psikoiogis.
b.    Hasil-hasil temuan riset psikologis tersebut kemudian dirumuskan sedemikian rupa sehingga menjadi konsep-konsep, teori-teori, dan metode-metode serta strategistrategi yang utuh.
b.    Konsep, teori, metode. dan strategi tersebut kemudian disistematisasikan sedemikian rupa hingga menjadi "repertoire ofresource", yakni rangkaian sumber yang berisi pendekatan yang dapat dipilih dan digunakan untuk praktik-praktik kependidikan khususnya dalam proses belajar-mengajar.
Para ahli psikologi melakukan riset tingkah laku manusia berdasarkan metodologi !miah. Mereka menarik kesimpulan dan merumuskan teori-teori dan asumsi-asumsi Perdasarkan temuan riset ilmiah itu. Namun, harus diakui antara satu teori dengan teori ang lainnya sering muncul pertentangn-pertentangan dan ketidakajegan.
Sebagai calon pendidik, atau pun guru yang sedang bertugas di suatu lembaga pendidikan, tidak perlu memandang psikologi pendidikan sebagai satu-satunya gudang penyimpanan jawaban-jawaban yang benar dan pasti atas persoalan-persoalan kependidikan yang Anda hadapi. Namun sebaliknya, Anda tetap perlu tahu bahwa dalam psikologi pendidikan terdapat serangkaian informasi tentang teori, praktik belajar-mengajar, dan semua hal juga tentang guru dan siswa.
D.    Hal-hal yang Dapat Diambil Manfaat dari Psikologi Pendidikan
Sebagaimana telah kita sadari bersama bahwa psikologi pendidikan merupakan alat Bantu yang penting bagi bagi para penyelenggara pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam psikologi pendidikan dapat dijadikan landasan berpikir dan bertindak dalam mengelola proses belajar-mengajar.
Menurut Muhibbin Syah (1995) setidak-tidaknya ada 10 macam kegiatan pendidikan yang banyak memerlukan prinsip-prinsip psikologis, yakni: 1) seleksi penerimaan siswa baru; 2) perencanaan pendidikan; 3) penyusunan kurikulum; 4) penelitian kependidikan; 5) administrasi pendidikan; 6) pemilihan materi pelajaran; 7) interaksi belajar-mengajar; 8) pelayanan bimbingan dan konseling; 9) metodologi mengajar; 10) pengukuran dan evaluasi.
Guru yang memiliki kompetensi dalam prespektif psikologi pendidikan adalah mereka yang mampu melaksanakan profesinya secara bertanggung jawab. Adapun guru yang bertanggung jawab adalah guru yang mampu mengelola proses belajar-mengajar sebaikbaiknya sesuai dengan prinsip-prinsip psikologis. Berikut adalah beberapa hal yang dapat diambil sebagai manfaat psikologi pendidikan.
1.    Proses perkembangan siswa
Di kalangan para guru dan orang tua siswa terkadang timbul pertanyaan apakah perbedaan usia antara siswa satu dengan lainnya membuat perbedaan substansial dalam merespon pengajaran. Pertanyaan ini perlu dicari jawabannya melalui pemahaman tentang tahapan-tahapan perkembangan siswa dan ciri-ciri khas yang mengiringi tahapan perkembangan tersebut.
Tahapan perkembangan yang lebih perlu dipahami sebagai bahan pertimbangan pokok dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar adalah tahapan-tahapan yang berhubungan dengan perkembangan ranah kognitif para siswa. Unsur kognitif dengan segala variasi dan keunikannya merupakan modal dasar para siswa dalam menjalani proses be lajar mengajar.
2.    Cara belajar siswa
Di mana pun proses pendidikan berlangsung, alasan utama kehadiran guru adalah membantu siswa agar balajar sebaik-baiknya. Pengetahuan Anda yang pokok adalah mengenai proses belajar tersebut meliputi: 1) arti penting belajar; 2) teori-teori belajar; 3) hubungan belajar dengan memori dan pengetahuan; dan 4) fase-fase yang dilalui siswa dalam peristiwa belajar.
Di samping itu semua, yang penting pula dipahami adalah pendekatan belajar, kesulitan belajar, dan alternatif proses mengajar.

3.    Cara menghubungkan antara mengajar dengan belajar
Secara singkat mengajar adalah kegiatan menyampaikan materi pelajaran, melatih keterampi Ian dan menanamkan nilai moral yang terkandung dalam materi pelajaran tersebut kepada siswa. Agar kegiatan mengajar ini diterima oleh para siswa, guru perlu berusaha membangkitkan gairah dan minat belajar mereka. Oleh karena itu sebagai guru Anda diharapkan mengerti benar teentang seluk-beluk mengajar baik dalam arti individual maupun kelompok. Dalam hal ini tentu Anda dituntut untuk memahami model-model mengajar, metode-metode mengajar dan strategi-strategi yang dapat diterapkan saat proses belajarmengajar berlangsung.

4.    Pengambilan keputusan untuk pengelolaan PBM
Dalam mengelola sebuah proses belajar-mengajar (PBM), seorang guru dituntut untuk menjadi figur sentral yang kuat dan berwibawa, namun tetap bersahabat (Syah, 1995). Untuk memenuhi hal tersebut Anda dituntut mampu menempatkan diri sebagi pengambil keputusan atau pembuat keputusan yang penuh perhitungan untung rugi berdasarkan kajian psikologis.
Agar pengelolaan PBM mencapai sukses, seorang guru hendaknya memandang dirinya sendiri sebagai profesional. Sehingga perilaku yang tertampilkan guru bersangkutan dapat terarah sesuai dengan karakteristik seorang profesional.
Berikut dikemukakan hambatan-hambatan pengambilan keputusan yang dialami seorang guru dalam proses PBM (Syah, 1995).
a.    Kurangnya kesadaran guru terhadap masalah-masalah belajar yang mungkin sedang dihadapi oleh para siswa.
b.    Kesetiaan terhadap gagasan lama yang sebenarnya sudah diberlakukan lagi.
c.    Kurangnya sumber-sumber informasi yang diperlukan.
d.    Ketidakcermatan observasi terhadap situasi belajar-mengajar.
Selain hal diatas, hambatan mungkin muncul dari perbedaan harapan anatara guru dengan siswa. Beberapa siswa dalam kelas misalnya mungkin memiliki cita-cita memenuhi kebutuhan masa depannya yang sama sekali berbeda dengan rekan-rekannya atau bahkan menyimpang dari karakteristik sekolah yang mereka ikuti.
 
Terimakasih atas kunjungan sobat semua, semoga bermanfaat.
wassalamu'alaikum... ^_^

Continue Reading | komentar
Sobat Perlu ini
carapada carapada carapada carapada carapada carapada

Last Visit

Flag Counter

Mau buat buku tamu ini ?
Klik di sini
All Previous By Blogwalking. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Putra DCD | PGMI STAIN | Mediaalishlah | Premium Template | Metro | 2013
Copyright © 2013. blogwalking - Be The Best - Do The Best
Template Modify by Creating Website Inspiration Informstion
Proudly Present Andi Septiawan